Selasa, 14 Agustus 2012

Kisah Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa



Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa

Nama beliau Munzir bin Fuad bin Abdurahman Al-Musawa dilahirkan di kota Cianjur,Jawa Barat tepat pada hari Jumat, 23 Februari 1973. Beliau merupakan Pembina Majelis Rasulullah SAW, Jakarta.
Nasab :
Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Almusawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali’ Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqibm Ali Al Uraidhiy bin Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin ALi Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azahra Putri Rasul saw.
Pendidikan :
Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), beliau melanjutkan pendidikan ke
1. Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan
2. Kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur
3.

Ilmu Syariah Islam di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur
4. Memperdalam Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf,
mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu-ilmu syariah lainnya di Ma’had Darul Musthafa, Tharim, Yaman ( Pimpinan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech abubakar bin Salim )
Pengalaman berdakwah :
Pengalaman ini ditulis langsung oleh Habib Munzir Al-Musawa.
“Saya kembali ke Indonesia pada tahun 1998 dan mulai berdakwah dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dengan mereka untuk memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan.Atas permintaan mereka maka mulailah saya membuka majlis. Jumlah hadirin sekitar enam orang, saya terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kpd Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dg kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan
kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki,
 masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam. Kini majlis taklim saya yang dulu hanya dihadiri enam orang, sudah berjumlah sekitar tiga ribu hadirin, saya sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta pusat, saya juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa, yaitu:
1. Jawa Barat : Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang.
2. Jawa tengah : Slawi Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, Sukoharjo, Jepara, Semarang,
3. Jawa timur : Mojokerto, Malang, Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo.
4. Bali : Denpasar, Klungkung, Negara, Karangasem.
5. NTB : Mataram Ampenan
Luar Negeri : Singapura, Johor, Kualalumpur.
Namun kini kesemua kunjungan keluar jakarta telah saya cukupkan setahun sekali dengan perintah Guru saya.
Dan saya pun telah menjadi Narasumber di beberapa stasion TV swasta, yaitu di Indosiar untuk acara Embun Pagi tayangan 27 menit, di ANTV untuk acara Mutiara Pagi tayangan 27menit, RCTI, TPI, Trans TV dan La TV.
Saya membina puluhan majelis di jakarta, yang kesemuanya mendapat giliran jadwal kunjungan sebulan sekali, selain Majelis Induk di Masjid Almunawar Pancoran jakarta selatan yg diadakan setiap senin malam dan setiap malam jumat di kediaman saya, maka padatlah jadwal saya setiap malamnya sebulan penuh, namun tuntutan dari wilayah wilayah baru terus mendesak saya, maka saya terus berusaha memberi kesempatan kunjungan walaupun dg keterbatasan waktu.
Kisah Karomah
Kisah ini saya ambil dari Mailing list Majelis Rasulullah pemudasuci@yahoo.com
Ketika ada orang yang iseng bertanya padanya : Wahai habib, bukankah Rasul saw juga punya rumah walau sederhana??, beliau tertegun dan menangis, beliau berkata : iya betul, tapikan Rasul saw juga tidak beli tanah, beliau diberi tanah oleh kaum anshar, lalu bersama sama membangun rumah.., saya takut dipertanyakan Allah kalau ada orang muslim yg masih berumahkan koran di pinggir jalan dan di gusur gusur, sedangkan bumi menyaksikan saya tenang tenang dirumah saya..
Pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia Almusnid alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir Almasyhur, ketika hb munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg sudah tua renta langsung menangis dan berkata : WAHAI MUHAMMAD…! (SAW), maka Habib Munzir berkata : saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.., maka habib itu berkata : ENGKAU MUHAMMAD SAW..!, ENGKAU MUHAMMAD.. SAW!, maka hb Munzir diam. Lalu ketika Al-habib Umar bin Hafidh (Guru Habib Munzir) datang maka segera alhabib Abdulqadir almasyhur berkata : Wahai umar inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum.. (kalo ga percaya boleh tanya pada alumni pertama Darul Mustafa)
Lihat kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta, bahkan sampai ke pedalaman Irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yangg sudah ratusan tahun belum dijamah para da’i, ratusan orang yang sudah masuk islam ditangannya, banyak orang bermimpi Rasul SAW selalu hadir di majelisnya,
Bahkan ada orang wanita dari australia yg selalu mimpi Rasul saw, ia sudah bai’at dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia tak lagi bisa melihat Rasul saw entah kenapa, namun ketika ia hadir di Majelis Hb Munzir di masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah saw..
Maka berkata orang itu, sungguh habib yg satu ini adalah syeikh Futuh ku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar benar dicintai oleh Rasul saw, kabar itu disampaikan pada hb munzir, dan beliau hanya menunduk malu.
Beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur (menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya. Bukan orang yang sembarangan mengobral mimpi dan perjumpaan gaibnya ke khalayak umum
Kisah lain, Ketika orang ramai minta agar Habib Umar Maulakhela didoakan karena sakit, maka beliau tenang-tenang saja dan berkata : Habib Nofel bin Jindan yg akan wafat dan Habib Umar Maulakhela masih panjang usianya. Benar saja, keesokan harinya Habib Nofel bin Jindan wafat dan Habib Umar maulakhela sembuh dan keluar dari opname, itu kisah beberapa tahun yang lalu.
Kisah lain, Ketika Habib Anis Alhabsyi solo sakit keras dan dalam keadaan kritis, orang orang mendesak hb munzir untuk menyambangi dan mendoakan Habib Anis maka beliau berkata kepada orang-orang dekatnya, Habib anis akan sembuh dan keluar dari opname, Insya Allah kira kira masih sebulan lagi usia beliau.Benar saja, Habib Anis sembuh dan sebulan kemudian wafat..
Ketika gunung papandayan bergolak dan sudah dinaikkan posisinya dari siaga 1 menjadi “awas”, maka Hb Munzir dg santai berangkat kesana sampai ke ujung kawah lalu berdoa dan melemparkan jubahnya ke kawah, kawah itu reda hingga kini dan kejadian itu adalah 7 tahun yg lalu (VCD nya disimpan di markas dan dilarang disebarkan)
Kisah lain, Ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok yang terkenal dg sihir dan dukun-dukun jahatnya. Maka selesai Habib Munzir menghadiri majelis malam itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitia, ia berkata : “Saya ingin jumpa dg tuan guru yang semalam buat maulid disini..!”, semua masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah shalat dan tak mau dekat dg ulama dan sangat ditakuti, ketika ditanya kenapa??, ia berkata : “saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka lenyap lalu subuh tadi saya lihat mereka (Jin jin khodam itu) sudah pakai baju putih dan sorban, dan sudah masuk islam, ketika kutanya kenapa kalian masuk islam, dan jadi begini??, maka jin jin ku berkata : apakah juragan tidak tahu?, semalam ada Kanjeng Rasulullah saw hadir di acara Hb Munzir, kami masuk islam..!”
Kisah lain, kejadian serupa di tempat yang sama yaitu Beji Depok seorang dukun yang mempunyai dua ekor macan jadi jadian yang menjaga rumahnya malam itu hilang. Ia mencarinya dan menemukan kedua macan jadi-jadian itu sedang duduk bersimpuh didepan pintu masjid mendengarkan ceramah Habib munzir Al-Musawa.
demikian pula ketika berapa muridnya berangkat ke Kuningan Cirebon, daerah yg terkenal ahli santet dan jago jago sihirnya, maka hb munzir menepuk bahu muridnya dan berkata : MA’ANNABIY.. !, berangkatlah, Rasul saw bersama kalian..
maka saat mereka membaca maulid, tiba tiba terjadi angin ribut yg mengguncang rumah itu dg dahsyat, lalu mereka mnta kepada Allah perlindungan, dan teringat hb munzir dalam hatinya, tiba tiba angin ribut reda, dan mereka semua mencium minyak wangi hb munzir yg seakan lewat dihadapan mereka, dan terdengarlah ledakan bola bola api diluar rumah yg tak bisa masuk kerumah itu..
ketika mereka pulang mereka cerita pd hb munzir, beliau hanya senyum dan menunduk malu..
demikian pula pedande pndande Bali, ketika Hb Munzir kunjung ke Bali, maka berkata muslimin disana, habib, semua hotel penuh, kami tempatkan hb ditempat yg dekat dengan kediaman Raja Leak (raja dukun leak) di Bali, maka hb munzir senyum senyum saja, keesokan harinya Raja Leak itu berkata : saya mencium wangi Raja dari pulau Jawa ada disekitar sini semalam..
maaf kalo gue ceplas ceplos, cuma gue lebih senang guru yg mengajar syariah namun tawadhu, tidak sesohor, sebagaimana Rasul saw yg hakikatnya sangat berkuasa di alam, namun membiarkan musuh musuhnya mencaci dan menghinanya, beliau tidak membuat mereka terpendam dibumi atau ditindih gunung, bahkan mendoakan mereka,
demikian pula ketika hb munzir dicaci maki dg sebutan Munzir ghulam ahmad..!, karena ia tidak mau ikut demo anti ahmadiyah, beliau tetap senyum dan bersabar, beliau memilih jalan damai dan membenahi ummat dg kedamaian daripada kekerasan, dan beliau sudah memaafkan pencaci itu sebelum orang itu minta maaf padanya, bahkan menginstruksikan agar jamaahnya jangan ada yg mengganggu pencaci itu,
kemarin beberapa minggu yg lalu di acara almakmur tebet hb munzir malah duduk berdampingan dg si pencaci itu, ia tetap ramah dan sesekali bercanda dg Da’i yg mencacinya sebagai murtad dan pengikut ahmadiyah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar